+ -

Pages

Search This Blog

Quote Today

"By the power of truth, I while living have conquered the universe"

Thursday, April 18, 2013

Sebenarnya Kaya - Kisah Pedagang Soto

Menjadi kaya adalah impian setiap orang. Setiap orang memimpikan hidup yang sukses dan memiliki banyak harta. Di zaman materialis ini sudah jelas jumlah harta sering menjadi pembanding dan menjadi penilaian eksistensi seseorang. Namun hari ini saya diingatkan sekali lagi bahwa menjadi kaya yang sesungguhnya tidaklah melulu soal harta, tetapi kaya diri, kaya hati.

Pagi hari seperti biasa setelah solat subuh dan dzikir al-ma'tsurat saya sesekali menyempatkan diri untuk sarapan di warung soto bu.. panggil saja bu Aminah. Bu Aminah adalah pedagang nasi soto dan pecel di depan sebuah SD-SMP di kota Surabaya. Sederhana, tenda kayu berukuran 2 x 2 meter dengan beberapa kursi dan meja yang sudah mulai rusak. Bisa dibilang sudah kurang layak ditempati, apabila hujan tiba rasanya seperti makan soto sambil mandi shower. Walaupun dengan tempat dan dagangan yang sederhana tetap saja Bu Aminah itu kaya. Kaya hati !

Pernahkan anda berfikir di tahun 2013 seperti ini masih ada orang menjual soto ayam dengan porsi standar pada umumnya dengan harga tiga ribu rupiah? Untuk sebungkus nasi putih tanpa lauk saja sudah 2000 rupiah. Bahkan di tengah kota harga nasi putih bisa 3000 rupiah. Kalau dilihat secara langsung sepertinya sudah jelas untung Bu Aminah ini tidak akan lebih dari 1000 rupiah, mungin hanya 500 rupiah per porsi.

Tapi disinilah letak kekayaan dirinya. Saya dua kali di gratiskan makan di tempat beliau hanya karena waktu itu telurnya habis. Seharusnya jatah satu porsi soto itu berisi suiran ayam, telur, dan kerupuk. Namun hanya karena telurnya habis Bu Aminah tidak mau dibayar, saat saya memberikan uang sejumlah 3000 rupiah beliau bilang "Ini ndak satu porsi nak, kan harusnya pakai telur, sedangkan telurnya ndak ada, sudah ndak usah nak..." kemudian saya memaksa "Loh, ibu kan jualan bu ya harus dibayar too, ga mau pokoknya saya mau bayar" Setelah berargumen saya pun menyerah. Tetap tidak mau dibayar. Bayangkan, kalaupun tanpa telur harusnya soto itu masih berharga 2000-2500 rupiah tapi dua kali beliau menggratiskannya untuk saya.

Setelah kejadian itu sepanjang jalan saya tidak berhenti mendokan Bu Aminah, benar-benar tidak berhenti sampai masuk kedalam kamar. Saya pun hampir menangis dengan kejadian sederhana pagi itu.

Inilah sebenar-benarnya orang kaya, yaitu mereka yang kaya hati. Tidak pernah menggangtungkan kehidupannya kepada dunia dan materi. Tidak ada sedikitpun rasa takut pada Bu Aminah, tidak ada rasa takut pada kesulitan hidup, karena mungkin Bu Aminah sudah belajar bahwa rezeki itu datangnya dari Tuhan dan dari arah yang tidak disangka-sangka. Semoga kita menjadi orang yang kaya. Kaya hati.

"Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya adalah hati yg selalu merasa cukup." HR Bukhari & Muslim.

5 The Janissaries: Sebenarnya Kaya - Kisah Pedagang Soto Menjadi kaya adalah impian setiap orang. Setiap orang memimpikan hidup yang sukses dan memiliki banyak harta. Di zaman materialis ini sudah ...

No comments:

Post a Comment

< >