+ -

Pages

Search This Blog

Quote Today

"By the power of truth, I while living have conquered the universe"

Wednesday, December 21, 2011

AIDS (Allah Ingin Dunia Sadar)

                Siapa yang tak kenal dengan penyakit AIDS. Penyakit ini mulai berkembang di Indonesia sejak pertama kali kasusnya di Bali tahun 1987 dengan meninggalnya seorang wisatawan Belanda pada salah satu RS di Bali. Namun kini jumlah korbannya banyaknya bukan main. Yang mau penulis soroti kini adalah bukan soal teknis nya penyakit AIDS itu sendiri, tetapi hikmah dan sedikit kontroversi dibalik penyakit AIDS ini. Semoga bermanfaat.
                Beberapa waktu lalu adalah momen hari AIDS sedunia. Seharusnya momen ini bukanlah sekedar perayaan belaka. Kita mesti lebih bijak dengan memberikan sebuah kontribusi kepada dunia dimulai dari diri kita, lingkungan kita, bukan sekedar poster atau kata-kata manis peduli AIDS.
                Ternyata di masyarakat kita banyak yang belum sadar entah tak mau peduli soal penyakit ini. Apa pasal? Nyatanya jumlah korban penyakit ini tetap saja selalu bertambah. Pun jelas suatu survey itu adalah hasil yang tercatat, belum termasuk mereka yang tak tercatat lantaran malu.
                Departemen Kesehatan memperkirakan, 19 juta orang saat ini berada pada risiko terinfeksi HIV. Berdasarkan data dari Yayasan AIDS Indonesia, jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh Indonesia per Maret 2009, mencapai 23.632 orang. Angka tersebut meningkat tajam bila dibandingkan jumlah penderita HIV/AIDS sepanjang 2008 yang mencapai 22.262 orang.
                Solusi yang diberikan saya pandang kurang ampuh. Mari kita soroti solusi soal kondomisasi. Kalau kita mau kritis ini adalah pembohongan publik. Walaupun saya belum lihat bentuk kondom itu seperti apa. Memang tak salah, dan ini cukup mencegah walaupun tetap saja kurang efektif. Karena fakta ilmiah membuktkan bahwa kondom tak mampu mencegah penularan virus HIV/AIDS. Ternyata diameter virus HIV sendiri lebih kecil ketimbang pori-pori kondom. Lebar pori-pori kondom adalah 1/60 mikron dan dalam keadaan renggang akan melebar 10 kali lipat. Sementara ukuran virus HIV 1/250. Saat kondisi normal pori-pori kondom dapat dimasuki 4 virus HIV sementara dalam keadaan renggang dapat dimasuki 40 virus HIV. Walaupun banyak solusi-solusi yang lain mulai diterapkan, seperti karantina, obat, dsb. Namun semuanya terbukti belum menjadikan solusi yang efektif.
                Awal kemunculan AIDS ini berasal dari kaum homoseksual. Padahal dalam pandangan Islam homoseksual adalah perbuatan yang sangat diharamkan, tentu agama lain pun berpendapat demikian. Selain itu budaya seks bebas juga menjadi penyebab cepatnya penyebaran AIDS. Banyaknya budaya seks bebas akibat diadopsinya paham hidup liberal, paham hidup yang menjunjung tinggi kebebasan. Menurut saya kebebasan yang kebablasan ini telah mampu menggantikan norma-norma luhur agama dan kehidupan.
                Lantas apa solusinya? Solusi terbaik adalah kembali kepada tata cara agama dan tuntunan kehidupan yang benar karena agama manapun mengajarkan kebaikan. Mari lihat hikmahnya kawan, bisa jadi fenomena AIDS ini adalah bentuk teguran Tuhan kepada manusia.
                Sedikit pesan, buat yang sudah terkena penyakit ini bersabarlah. Tetap berusaha untuk sembuh. Karena penyakit apapun tentu ada obatnya kecuali kematian. Ceritakanlah tentang pahitnya menderita penyakit ini kepada orang yang sehat. Agar mereka mau mengerti bahwa hidup harus dihargai, bukan tempat senang-senang belaka.
    Dan buat yang sehat, terutama para pemuda. Pakailah hati kita, jangan selalu memakai emosi masa mudamu itu, ayo sama-sama peduli. Dengan cara apa? Tentunya mengajak kepada kehidupan yang lebih baik. Lihat, betapa banyak teman-teman kita yang rentan dan mulai terjerumus kedalam kehidupan yang rusak. Tega kah kita melihat teman-teman kita menderita nanti? Memang benar kawan, hidup terlalu singkat untuk berbuat kalau hanya untuk dirimu sendiri.


Haidar Rausyanfikr Arrobbani,
Wednesday, December 21, 2011.
5 The Janissaries: AIDS (Allah Ingin Dunia Sadar)                 Siapa yang tak kenal dengan penyakit AIDS. Penyakit ini mulai berkembang di Indonesia sejak pertama kali kasusnya di Bali ta...

3 comments:

Ariesty Rafika said...

ecieee gabung parpas deh, jadi duta peduli HIV AIDS :))

Haidar Rausyanfikr said...

@ Ariesty Rafika
haha boleh2. Amin, kayanya keren juga. hehe

Muh. Tholib said...

memang benar haidar, sebagai remaja kita harus peduli.
ayo terus posting tulisan-tulisan bermutu. :D

Post a Comment

< >