+ -

Pages

Search This Blog

Quote Today

"By the power of truth, I while living have conquered the universe"

Tuesday, November 29, 2011

Resume: Alangkah Lucunya Negeri Ini

Judul Film        : Alangkah Lucunya Negeri Ini (2010)
Sutradara         : Dedi Mizwar
Durasi              : 115 Menit
Pemain             : Reza Rahardian  (Muluk)
                          Dedi Mizwar       (Makbul)
                          Angga                 (Komet)
                          Jaja Miharja        (H. Sarbini)
                          Asrul Dahlan       (Syamsul)
                          Slamet Rahardjo (H. Rahmat)
                          Tika Bravani       (Pipit)

Film yang disutradarai oleh Dedi Mizwar ini resmi ditayangkan pada tahun 2010. Film yang memenangkan “Indonesian Movie Awards 2011”ini sedikit banyak merefleksikan bagaimana keadaan Indonesia saat ini dari segi sosial,politik,ekonomi, pendidikan, agama,danbudaya. Sebagai bentuk kritikan terhadap pemerintah film inisudahcukupmenyinggungsegalaaspekpermasalahan di negeriini.
            Masalah sosial ditunjukkan dengan kehidupan yang timpang antara orang yang kaya dan yang miskin. Di film ini ditayangkan bagaimana kerasnya kehidupan. Anak-anak terlantar dan fakir miskin yang semestinya dipelihara oleh negara nyatanya tidak mendapat perhatian dari pemerintah, justru dipersulit dengan segala aturan yang kebanyakan berpihak pada golongan “punya”. Masalah sosial di negeri ini digambarkan pula melalui suasana yang kontras, dimana dibalik gedung-gedung pencakar langit terdapat pemukiman-pemukiman kumuh dan lingkungan yang serba rusak.
            Digambarkannya para wakil rakyat yang menyalahgunakan kekuasaannya cukup memberikan kritik terhadap pemerintah tentang kehidupan politik yang belum sehat di negeri tercinta ini. Ketika Muluk, Pipit, Syamsul dan geng pencopet melakukan tour ke gedung wakil rakyat, anak-anak para pencopet berkata bahwa di dalam gedung wakil rakyat tersebut dibolehkan untuk korupsi.
            Masalah ekonomi disinggung dengan sulitnya mencari pekerjaan. Dimana untuk sebuah pekerjaan lebih dibutuhkan koneksi daripada kemahiran. Contohnya saja Muluk seorang sarjana S1 di bidang manajemen kerap kali gagal mendapat kerja karena tidak ada koneksi, yang akhirnya menggantungkan hidupnya pada para pencopet. Pencopet dan kejahatan adalah refleksi buruknya ekonomi. Ditayangkan Jarot, Komet, Ribut dan kawan-kawan yang menjadi sekelompok pencopet yang terorganisasi.
            Dalam film ini masalah pendidikan di gambarkan melalui anak-anak yang terlantar dan tidak mendapatkan haknya untuk mengenyam pendidikan. Komet dan kawan-kawan adalah anak-anak yang masuk usia sekolah, yang mestinya menikmati masa-masanya belajar. Berkembang pula paradigma di masyarakat bahwa pendidikan itu tidak penting. Diperlihatkan melalui kehidupan di masyarakat yang kurang peduli terhadap pendidikan.
            Masalah agama juga disinggung di film ini. Masyarakat yang beragama tetapi banyak yang tidak mengindahkan aturan agama di gambarkan dengan mencari nafkah yang tidak halal baik itu melalui mencopet dalam sekala kecil sampai korupsi dalam jumlah banyak yang dilakukan para pengemban amanah rakyat.
            Masalah budaya diperlihatkan dengan budaya masyarakat yang buruk contohnya anak-anak yang mencopet, pemuda berjudi, dan kumpul-kumpul yang cenderung tidak positif. Juga para orang tua yang mulai lupa tentang posisi seharusnya sebagai orang tua.
            Inilah film yang kita harapkan beredar di per film-an Indonesia. Film yang mendidik, memberikan masukkan dan manfaat.


5 The Janissaries: Resume: Alangkah Lucunya Negeri Ini Judul Film          : Alangkah Lucunya Negeri Ini (2010) Sutradara           : Dedi Mizwar Durasi                : 115 Menit Pemain         ...

2 comments:

ridho zulandra said...

AYo trus majukan perfilman di Indonesia.. ttp dukung..

Haidar Rausyanfikr said...

Betul uda. Terimakasih sudah kunjung. :)

Post a Comment

< >